TVRINews, Pangkalpinang
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang. Empat kelurahan di wilayah tersebut mulai mengalami kekeringan, dengan Kelurahan Jerambah Gantung dan Selindung menjadi wilayah yang paling terdampak.
Sejumlah titik di kedua kelurahan tersebut mengalami kekeringan sehingga warga membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pihak Kecamatan Gabek telah mengumpulkan data dari masing-masing kelurahan untuk memetakan jumlah kepala keluarga yang terdampak kekeringan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
Selain Jerambah Gantung dan Selindung, kekeringan juga terjadi di sejumlah titik di Kelurahan Selindung Baru, Gabek Dua, dan Gabek Satu.
Dari sejumlah wilayah terdampak, distribusi air bersih saat ini diprioritaskan untuk warga di Jerambah Gantung dan Selindung. Bantuan air bersih mulai disalurkan dengan dukungan Koramil dan BPBD Kota Pangkalpinang.
Distribusi dilakukan agar kebutuhan air bersih warga di wilayah yang paling terdampak dapat segera terpenuhi.
Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air selama musim kemarau berlangsung untuk menjaga ketersediaan air bersih.
“Di Kecamatan Gabek, titik kekeringan yang membutuhkan pasokan air terdapat di Kelurahan Jerambah Gantung dan Kelurahan Selindung. Sementara itu, beberapa titik di Kelurahan Selindung Baru, Gabek II, dan Gabek I juga terdampak kekeringan, tetapi kondisi paling parah terjadi di Kelurahan Jerambah Gantung. Kami telah mengumpulkan data terkait jumlah kepala keluarga yang terdampak kekeringan. Pasokan air bersih juga telah kami salurkan, dengan dukungan bantuan dari Koramil dan BPBD Kota Pangkalpinang,” jelas Yudi, Camat Gabek, Kamis, 3 September 2026.










