TVRINews, Bangka Belitung
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bangka Belitung menggelar acara Forum Konsultasi Publik pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya lembaga untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan siarannya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bangka Belitung, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, budayawan, pelaku usaha dan UMKM, perangkat desa dan kecamatan, akademisi, serta mitra strategis lainnya.

Kepala TVRI Bangka Belitung, Emirizon, membuka acara dengan pemaparan komprehensif mengenai berbagai program dan perluasan jangkauan siaran yang telah dicapai selama dua belas tahun TVRI mengudara di wilayah tersebut.
Dalam sesi ini, para peserta turut memberikan beragam masukan berharga demi kemajuan TVRI Bangka Belitung ke depan.
Dalam forum tersebut, pihak KPID Bangka Belitung menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pengembangan dan pengawasan konten siaran publik.
Partisipasi masyarakat dianggap sebagai faktor kunci untuk memastikan bahwa program-program siaran TVRI tidak hanya relevan dengan kebutuhan publik, tetapi juga mampu mencerminkan kekayaan identitas lokal yang dimiliki Bangka Belitung.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Sentosa, mendorong upaya penguatan transformasi digital di tubuh TVRI.
Ia menekankan perlunya perluasan akses siaran digital, pengembangan layanan multikanal yang lebih masif, serta peningkatan akses informasi agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali mereka yang berada di wilayah kepulauan terpencil dan kelompok rentan.
Lebih lanjut, Eko Sentosa mengapresiasi upaya TVRI yang tidak hanya berfokus pada siaran konvensional, tetapi juga telah memperluas jangkauannya melalui platform digital seperti siaran langsung (live streaming) dan pemanfaatan media sosial, yang dinilainya merupakan langkah maju dalam pelayanan publik.
Masukan lain datang dari salah seorang budayawan sekaligus sejarawan Bangka Belitung, Datok Elvian. Ia menegaskan bahwa sebagai televisi publik milik rakyat, setiap program yang disiarkan oleh TVRI harus didasari oleh kajian yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya kekeliruan data maupun fakta, khususnya pada program-program yang mengangkat tema sejarah dan kebudayaan masyarakat lokal.
Ia juga berpesan agar TVRI Bangka Belitung terus berkomitmen menjadi lembaga penyiaran yang progresif dan preservatif dalam menjalankan misinya untuk melestarikan kebudayaan daerah.
Berbagai aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh para peserta dalam Forum Konsultasi Publik ini akan diinventarisasi dan dijadikan sebagai bahan evaluasi utama. Selain itu, masukan-masukan tersebut juga akan menjadi landasan dalam penyusunan strategi pengembangan layanan siaran TVRI Bangka Belitung di masa mendatang.
Kepala TVRI Bangka Belitung kembali menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif dan edukatif, tetapi juga kental dengan nuansa budaya lokal, melalui beragam program unggulan yang digarap lewat kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.










