TVRINews, Bangka Belitung
Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut telah dirasakan warga Desa Padang Baru dan sekitarnya yang selama lebih dari satu bulan menghadapi kekeringan.
Ketersediaan air bersih di sejumlah sumber utama warga menurun drastis hingga mengering. Kondisi ini membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk mendapatkan pasokan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah krisis air bersih tersebut, Kolong Spiritus menjadi salah satu sumber air yang masih dapat dimanfaatkan warga. Tidak hanya masyarakat sekitar, sumber air ini juga didatangi warga dari luar daerah, termasuk dari Kota Pangkalpinang.
Sejak pagi hingga sore hari, puluhan warga tampak berkumpul di area kolong untuk mengambil air menggunakan berbagai wadah. Air dari kolong tersebut terutama dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), seperti mandi dan mencuci pakaian.
Sementara itu, untuk kebutuhan konsumsi atau air minum, warga tetap diimbau menggunakan sumber air lain yang lebih higienis demi menjaga kesehatan.
Terkait pentingnya keberadaan sumber air tersebut di tengah kemarau, salah seorang warga Padang Baru, Rizal, memberikan kesaksiannya mengenai kondisi dan aktivitas warga di Kolong Spiritus.
"Ini kolong memang istilah orangnya ini kolong-kolong terakhir, kolong penyelamat lah kalau boleh saya katakan. Karena di sini bukan cuma warga di sini saja yang yang apa memanfaatkan air kolong ini. Ada juga yang dari Kota Pangkalpinang, ada yang dari Sinar Bulan pokoknya banyaklah dari sini. Banyak yang berkumpullah di sini setiap sore, setiap pagi dari luar atau dari sini berkumpul di sinilah untuk nyuci, ngambil air, segala macam," ungkap Rizal, Rabu, 26 Agustus 2026.
Meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap sumber air tersebut membuat kebersihan dan kelestarian ekosistem Kolong Spiritus menjadi hal yang sangat krusial. Warga berharap adanya kesadaran kolektif dari semua pihak untuk menjaga kawasan tersebut dari berbagai bentuk aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan.
Secara khusus, masyarakat meminta ketegasan agar para penambang timah inkonvensional tidak melakukan aktivitas penambangan di sekitar lokasi kolong. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pencemaran yang dapat memengaruhi kualitas air.
Menjaga kelestarian Kolong Spiritus menjadi harapan utama masyarakat. Sebab, kawasan tersebut kini menjadi salah satu tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan air di tengah ancaman musim kemarau yang berkepanjangan.










