TVRINews, Pangkalpinang
Komunitas Kreasi Pemuda Pangkalpinang (KKPP) menghadirkan inovasi ramah lingkungan berupa kompor berbahan bakar minyak jelantah. Inovasi ini menjadi solusi alternatif bagi masyarakat saat kesulitan mendapatkan gas, sekaligus upaya mengurangi pencemaran limbah minyak bekas di lingkungan.
Gagasan ini telah dirintis sejak tahun 2020 dan kini berhasil diwujudkan dalam bentuk kompor berbasis bahan daur ulang, seperti pipa dan besi bekas. Alat tersebut dirancang sederhana namun efisien dalam penggunaan energi.
Ketua KKPP, Anca, menjelaskan bahwa kompor ini tergolong hemat energi karena hanya membutuhkan daya listrik sekitar 9 watt untuk operasionalnya. Proses pembakarannya pun relatif mudah dengan memanfaatkan sumbu dari tisu bekas.
“Satu liter minyak jelantah bisa bertahan hingga kurang lebih dua jam. Ini bisa jadi alternatif ketika pasokan gas sulit didapat,” ujar Anca.
Menurutnya, inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai membantu kebutuhan rumah tangga, terutama dalam kondisi tertentu saat pasokan gas mengalami kendala.
Selain kompor minyak jelantah, KKPP yang bergerak di bidang edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah juga tengah mengembangkan inovasi lanjutan berupa briket kompos. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi sekaligus memperkuat gerakan pemanfaatan limbah di masyarakat.
Melalui berbagai inovasi tersebut, pemuda Pangkalpinang berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan solusi energi alternatif yang lebih berkelanjutan.










