TVRINews, Belitung
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, optimistis penerbangan internasional rute Singapura–Belitung akan terus tumbuh meski tanpa subsidi dari pemerintah daerah maupun perubahan jadwal penerbangan.
Hal tersebut disampaikan Djoni usai menghadiri Rapat Paripurna XIII Masa Persidangan 2025–2026 di Gedung DPRD Belitung, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, tingkat keterisian penumpang pada penerbangan internasional perdana tersebut masih dalam tahap wajar. Saat ini, jumlah penumpang tercatat lebih dari 50 orang per hari.
"Untuk penerbangan pertama, angka tersebut masih tergolong baik. Kita optimistis penerbangan ini akan terus berkembang," ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Djoni menilai, tingginya harga tiket masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan rute tersebut.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Belitung tidak memberikan subsidi ataupun stimulasi anggaran guna mempertahankan operasional penerbangan internasional itu.
"Kita sama-sama optimistis untuk terus mempertahankan eksistensi penerbangan ini. Pasalnya, tidak ada stimulan maupun subsidi dari pemerintah daerah, serta tidak ada anggaran yang dikeluarkan untuk mendukung operasional tersebut. Karena itu, hal ini menjadi bukti kekuatan dan kemandirian kita," ucapnya.
Selain itu, Djoni juga menegaskan hingga saat ini pemerintah daerah belum melakukan upaya pergeseran jam penerbangan. Menurutnya, jadwal penerbangan yang ada sudah sesuai dan serupa dengan destinasi wisata unggulan lainnya di Indonesia.
Ia mencontohkan sejumlah daerah tujuan wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok yang juga memiliki pola jadwal penerbangan serupa.
Pemerintah Kabupaten Belitung berharap keberadaan rute internasional Singapura–Belitung dapat semakin meningkatkan sektor pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.










