TVRINews, Pangkalpinang
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang mulai mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagai upaya mendukung program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 4.000 bibit ikan jenis lele dan patin ditebar di kolam Sarana Asimilasi dan Eduukasi (SAE) sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut. Budidaya perikanan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan di lingkungan lapas, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung untuk mengelola seluruh proses budidaya ikan. Kegiatan itu meliputi penebaran bibit, perawatan harian, pemberian pakan, hingga pengelolaan kualitas air kolam secara berkala.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, mengatakan pengembangan sektor perikanan memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang produktif.
“Melalui transfer pengetahuan di bidang budidaya perikanan ini, pemerintah berharap para warga binaan memiliki keahlian yang produktif, berdaya guna, dan mandiri secara ekonomi sebagai modal berharga saat mereka menyelesaikan masa hukuman dan kembali membaur di tengah masyarakat,” ujar Novriadi, Rabu, 20 Mei 2026.
Program tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.










