TVRINews, Pangkalpinang
Memasuki puncak musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir mengimbau para nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Secara umum, ketinggian gelombang di wilayah perairan Babel diprakirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 1,25 meter. Namun, potensi gelombang kategori sedang yang mencapai ketinggian hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di wilayah perairan Pulau Belitung bagian timur.
Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Putri Ulza, menjelaskan bahwa ketinggian gelombang tersebut perlu diwaspadai oleh armada laut berukuran kecil, seperti perahu nelayan tradisional. Risiko kecelakaan laut dapat meningkat jika terjadi kenaikan kecepatan angin secara mendadak.
"Nah, untuk tinggi gelombang di Kepulauan Bangka Belitung secara umum berkisar antara 0,1 hingga 1,25 meter. Adapun potensi gelombang kategori menengah hingga 2,5 meter terdapat di perairan Belitung bagian timur. Ketinggian 1,25 meter ini perlu diwaspadai oleh kapal-kapal kecil, termasuk kapal nelayan, terutama jika terjadi peningkatan kecepatan angin secara mendadak," jelas Putri Ulza.
Terkait pola angin monsun, perairan Bangka Belitung saat ini didominasi oleh pergerakan angin timuran. Fenomena belokan angin ini diprediksi masih berpotensi terjadi di sekitar garis ekuator hingga dasarian berikutnya.
Menghadapi kondisi cuaca maritim yang dinamis, BMKG mengingatkan para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melaut. Peringatan dini ini menjadi langkah mitigasi penting, mengingat baru-baru ini dilaporkan adanya insiden kapal nelayan yang kandas di kawasan perairan Bangka Belitung.










