TVRINews, Bangka Belitung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung baru akan terjadi pada November 2026 mendatang. Menanggapi prediksi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemprov Bangka Belitung, Tarmin, meminta warga untuk tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan saat pembersihan area.
Kondisi vegetasi dan media tanam di berbagai wilayah saat ini dilaporkan hampir seluruhnya telah mengering akibat cuaca kemarau, sehingga sangat rentan dan mudah terbakar.
Pemerintah daerah mengingatkan bahwa percikan api kecil dalam kondisi cuaca yang masih kering dapat dengan cepat membesar serta sulit dikendalikan hingga berpotensi menimbulkan bencana kebakaran berskala luas.
"Ya, imbauan kita memang sebenarnya sudah lama sudah ada ya, tapi kita enggak apa-apa kita ingatkan kembali supaya masyarakat berhati-hati. Jangan membakar sampah sembarangan atau membakar lahan, jangan. Karena bisa saja kalau api sudah membesar tidak terkendali lagi oleh kita. Karena semua media sekarang, media-media tanam ini sudah kering, ya mudah sekali terbakar. Itu imbauan dari kami," ujar Tarmin, Jumat, 25 September 2026.
Saat ini, wilayah Bangka Belitung masih berada pada puncak musim kemarau. Berbagai pihak lintas sektor terus memperkuat langkah mitigasi dan penanganan karhutla guna mencegah terjadinya bencana kebakaran lingkungan setidaknya hingga musim hujan tiba.










