TVRINews, Pangkalpinang
Musim kemarau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa puncak musim kemarau di wilayah Bangka Belitung terjadi pada September 2026.
Kondisi kemarau panjang ini berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah daerah. Beberapa wilayah yang mulai merasakan dampak kekeringan di antaranya Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.
Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga di wilayah terdampak mulai mengandalkan pasokan air bersih dari Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Depati Amir, Slamet Supriyadi, menjelaskan bahwa potensi penurunan intensitas kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Oktober, sebelum memasuki musim penghujan pada November 2026.
"Memang kalau berdasarkan prediksi kita di wilayah Bangka Belitung masih memasuki musim kemarau. Dalam hal ini memang di Oktober nanti kita akan sedikit berkurang, namun harapan kita dan mungkin November harapan kita sudah memasuki musim penghujan. Karena memang berdasarkan prediksi yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Bangka Belitung memang diprediksi musim hujan akan terjadi atau diawali sekitar bulan November begitu," terang Slamet Supriyadi, Jumat, 25 September 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta menyiapkan cadangan air bersih selama musim kemarau.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim dari BMKG guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang masih berlangsung.










