TVRINews, Pangkalpinang
Pertandingan perdana Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan pada dini hari tadi memicu antusiasme global, termasuk di Indonesia. Momentum ini langsung dimanfaatkan pelaku usaha di Kota Pangkalpinang yang menargetkan peningkatan pendapatan melalui kegiatan nonton bareng (nobar).
Kegiatan nobar dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Pelaku usaha melihat peluang peningkatan jumlah pengunjung selama pertandingan berlangsung, terutama di sektor kuliner dan kedai kopi.
Salah satu pemilik kedai kopi di Pangkalpinang, Reno, menyebut Piala Dunia 2026 dapat menjadi pemicu kenaikan omzet sekaligus memberi dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Menurut Reno, kegiatan nobar memiliki daya tarik tinggi yang mendorong masyarakat berkumpul dan berbelanja, sehingga perputaran ekonomi menjadi lebih aktif dibandingkan hari biasa.
Untuk mengoptimalkan momen tersebut, Reno melakukan sejumlah persiapan, termasuk penguatan fasilitas layanan di kedainya.
“Momentum Piala Dunia ini pastinya dapat meningkatkan penjualan sektor UMKM dan membuat aktivitas di kedai menjadi lebih aktif serta berdampak positif. Untuk persiapan khusus sendiri, kami sebenarnya lebih berfokus pada penguatan jaringan internet di kedai. Pastinya lebih ke jaringan dan juga mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung lainnya bagi para pengunjung,” jelas Reno, pelaku usaha, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar pengunjung merasa nyaman selama menyaksikan pertandingan.
Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026, pelaku usaha di Pangkalpinang berharap momentum ini dapat menjadi penggerak ekonomi daerah, terutama melalui sektor hiburan dan konsumsi.










