TVRINews, Kabupaten Serang
Kerajinan kriya Desa Tegal Maja, Kabupaten Serang, Banten, mulai menembus pasar internasional. Produk yang memanfaatkan limbah pabrik serta mengangkat kekayaan lokal tersebut telah dipasarkan hingga India dan dalam waktu dekat akan dipamerkan di Jepang.
Beragam produk kriya karya masyarakat Desa Tegal Maja dibuat dengan memanfaatkan bahan dari limbah pabrik yang dipadukan dengan potensi lokal. Produk tersebut kemudian dikemas secara rapi untuk dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Perluasan pasar hingga mancanegara menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kriya Tegal Maja sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen global.
Perkembangan tersebut turut berdampak terhadap pendapatan para pelaku usaha. Omzet Kriya Tegal Maja disebut telah mencapai sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.
Capaian tersebut menunjukkan adanya peluang bagi produk kerajinan lokal untuk berkembang, termasuk melalui peningkatan kualitas produk, desain, dan strategi pemasaran.
Kepala Desa Tegal Maja, Muhammad Iksan, mengatakan pengembangan Kriya Tegal Maja juga diarahkan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu di desa.

"Pendampingan berkelanjutan ini yang memang kita perlukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan desa dengan tujuan utamanya untuk memakmurkan kesejahteraan masyarakat di desa Tegal Maja," kata Kepala Desa Tegal Maja, Muhammad Iksan kutip Selasa, 29 September 2026.
Saat ini, Kriya Desa Tegal Maja mendapat pendampingan dari organisasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan pemasaran sekaligus mendorong peningkatan omzet usaha.
Kriya Tegal Maja diharapkan terus berkembang dan semakin memperluas pasar, sehingga produk kerajinan dari Banten dapat semakin dikenal di tingkat internasional.










