TVRINews, Pangkalpinang
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang kembali menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat.
Untuk alokasi Februari dan Maret 2026, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Pangkalpinang tercatat mencapai 20.211 keluarga penerima manfaat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menyalurkan lebih dari 404 ribu kilogram beras dan lebih dari 80 ribu liter minyak goreng.
Kecamatan Rangkui menjadi wilayah terakhir yang menerima distribusi bantuan pada periode ini. Sebanyak 3.626 penerima manfaat di delapan kelurahan menerima bantuan berupa 75.520 kilogram beras dan 14.504 liter minyak goreng.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menerima bantuan tersebut. Di Kelurahan Keramat, warga tampak mengantre dengan tertib untuk menukarkan kupon dan menerima bantuan pangan yang telah disiapkan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, mengatakan bantuan pangan dari pemerintah pusat bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menekan angka kemiskinan dan inflasi daerah.
“Bantuan dari pemerintah pusat ini bertujuan untuk membantu masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta menurunkan angka inflasi dari sisi pangan di Kota Pangkalpinang. Penyaluran di Kecamatan Rangkui ini merupakan yang terakhir untuk alokasi Februari dan Maret,” ujar Agustu Efendi, dikutip Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan di setiap kecamatan berbeda-beda karena disesuaikan dengan data keluarga kurang mampu yang telah diverifikasi pemerintah. Kecamatan Bukit Intan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak.
Menurut Agustu, program bantuan pangan ini bersifat rutin dan pelaksanaannya bergantung pada jadwal penyaluran yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sementara itu, Lurah Keramat, Jonsory Laviko, berharap program bantuan pangan dapat terus dilanjutkan karena dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Kami berharap program ini terus berlanjut karena sangat membantu perekonomian masyarakat. Di Kelurahan Keramat terdapat 804 penerima manfaat. Bantuan yang diberikan merupakan alokasi dua bulan, yaitu Februari dan Maret,” katanya.
Setiap penerima manfaat memperoleh total 20 kilogram beras, masing-masing 10 kilogram per bulan, serta minyak goreng sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Salah seorang warga Kelurahan Keramat, Utari, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
“Saya sangat senang karena bantuan ini sangat membantu masyarakat. Harapannya program seperti ini bisa terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan rampungnya penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Rangkui, Pemkot Pangkalpinang optimistis program ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.










