TVRINews, Pangkalpinang
Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi para pencinta sepak bola, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai lokasi menjadi berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang makanan dan minuman.
Ribuan warga yang memadati lokasi nobar turut meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar area penyelenggaraan. Tingginya jumlah pengunjung membuat permintaan terhadap berbagai produk kuliner dan kebutuhan lainnya ikut meningkat, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi para pelaku usaha.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Viktor Sihombing, mengatakan kegiatan yang mampu menarik banyak masyarakat memiliki dampak ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan nobar juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan meningkatkan penjualan.
“Setiap kegiatan yang menghadirkan banyak orang tentu memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Masyarakat bisa menikmati hiburan, sementara pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan usahanya,”ujar Viktor.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Suryani, salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di kawasan alun-alun. Ia mengaku jumlah pesanan makanan meningkat signifikan sejak digelarnya kegiatan nobar Piala Dunia 2026.
Suryani menyebutkan, pada hari biasa pendapatannya berkisar Rp1,3 juta per hari. Namun selama pelaksanaan nobar, omzetnya meningkat hingga mencapai sekitar Rp1,8 juta per hari dengan jumlah pesanan yang menembus 100 porsi.
“Alhamdulillah, selama ada nobar pesanan meningkat cukup banyak. Pendapatan juga bertambah dibandingkan hari-hari biasa,”ungkap Suryani.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perhelatan olahraga berskala internasional tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.










