TVRINews, Bangka Tengah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menggelar sosialisasi peningkatan kualitas hidup anak untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal, sekaligus memperkuat perlindungan mereka dari berbagai pengaruh negatif lingkungan.
Kegiatan yang melibatkan tenaga psikolog dan personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ini diikuti 46 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun karakter yang kuat, serta meningkatkan kemampuan resiliensi atau daya lenting dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sosial.
Melalui sesi bersama psikolog, para pelajar diajak memahami kondisi psikologis remaja serta pentingnya memiliki ketahanan mental dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, personel Densus 88 memberikan edukasi mengenai pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di kalangan remaja. Materi tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan anak terhadap potensi manipulasi, propaganda, dan bujuk rayu yang dapat mengarahkan mereka pada kelompok ekstremis maupun tindakan yang melanggar hukum.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengatakan kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan saat ini.

"Kegiatan hari ini juga bertepatan dengan momen peringatan Sumpah Pemuda. Anak-anak kita, melalui perwakilan dari beberapa SMA dan SMP yang ada di Bangka Tengah ini, kita undang untuk sama-sama mendengarkan saran dari psikolog tentang kehidupan anak-anak remaja, serta bagaimana pemahamannya dari sisi psikologis," jelas Algafry, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menambahkan, kehadiran personel Densus 88 juga diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para pelajar mengenai kondisi sosial saat ini, termasuk berbagai isu yang perlu dipahami oleh generasi muda.
"Kemudian, ada juga dari teman-teman Densus 88 yang akan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita terhadap kondisi kehidupan kita saat ini. Ada banyak isu-isu dan tantangan-tantangan yang perlu dipahami oleh anak-anak pada saat ini," ucapnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Bangka Tengah berharap anak-anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial.
Selain itu, para pelajar diharapkan mampu membangun ketahanan diri, mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, serta mengambil sikap yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus mempersiapkan generasi muda Bangka Tengah agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.










