TVRINews, Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada awal Juni 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau kali ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat pengaruh fenomena iklim El Nino yang disebut sebagai El Nino Godzilla.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengatakan masa transisi menuju musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian pertama hingga kedua Juni atau sekitar 1 sampai 20 Juni 2026.
“Untuk kemarau, awalnya sekitar awal Juni, dasarian satu atau dasarian dua, antara tanggal 1 sampai dengan 10 dan tanggal 11 sampai dengan tanggal 20,” ujar Slamet.
Ia menjelaskan karakteristik musim kemarau tahun ini diprediksi lebih ekstrem dengan suhu udara yang lebih panas dan curah hujan yang sangat minim dalam waktu cukup lama.
“Untuk kemarau tahun ini akan jauh lebih panjang yang pertama, dan kedua akan jauh lebih kering,” tambahnya.
Meski demikian, fenomena El Nino diperkirakan justru membawa dampak positif bagi sektor kelautan, terutama bagi para nelayan.
Menurut Slamet, kondisi perairan saat El Nino cenderung lebih menguntungkan karena jumlah ikan meningkat dan daya tangkap nelayan berpotensi lebih baik dibandingkan musim penghujan.
“El Nino ini tidak terkait dengan di darat maupun di laut. Kalau efeknya di laut, El Nino malah cenderung lebih menguntungkan karena lebih tinggi jumlah ikannya dan juga mungkin dampaknya ke daya tangkap nelayan itu sendiri,” jelasnya.
BMKG menyebut migrasi ikan ke perairan yang lebih hangat untuk berkembang biak menjadi salah satu faktor meningkatnya hasil tangkapan nelayan selama periode tersebut.
Di sisi lain, BMKG Pangkalpinang mengingatkan masyarakat di wilayah daratan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mulai menghemat penggunaan air bersih sejak dini sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
BMKG juga mengingatkan para nelayan untuk tetap rutin memantau informasi cuaca maritim guna menjaga keselamatan saat melaut, meski kondisi tangkapan ikan diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini.










