TVRINews, Pangkalpinang
Kenaikan harga tiket pesawat yang dipicu melonjaknya harga avtur berdampak pada aktivitas transportasi udara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, tercatat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Data operasional bandara pada periode April hingga Mei 2026 menunjukkan pergerakan pesawat turun sekitar 20 persen. Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang yang mencapai sekitar 23 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam kondisi normal, Bandara Depati Amir melayani 24 hingga 30 penerbangan setiap hari. Namun, sejak kenaikan harga tiket pesawat, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 16 pergerakan pesawat per hari dengan rata-rata melayani 2.500 penumpang.
Menurunnya jumlah penumpang mendorong sejumlah maskapai melakukan penyesuaian jadwal penerbangan. Super Air Jet tercatat mengurangi dua jadwal penerbangan, sementara Sriwijaya Air memangkas satu jadwal penerbangan. Adapun Garuda Indonesia, Citilink, dan NAM Air masih mempertahankan frekuensi penerbangan normal.
Branch Communication, CSR & Legal Department Head Bandara Depati Amir, Novita Maria Sari, mengatakan kenaikan harga tiket berpengaruh langsung terhadap aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang di bandara.
“Kebijakan dari pemerintah dan maskapai terkait kenaikan harga tiket memengaruhi pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Depati Amir. Jika dibandingkan antara bulan April dan Mei, terdapat penurunan pergerakan pesawat sekitar 23 persen, sedangkan penurunan pergerakan penumpang mencapai 20 persen. Biasanya, dalam kondisi normal, pergerakan pesawat dalam satu hari mencapai 24 hingga 30 pergerakan, tetapi kondisi pada bulan Juni ini hanya sekitar 16 pergerakan pesawat,” jelas Novita Maria Sari, Selasa, 9 Juni 2026.
Berbagai kalangan berharap harga tiket pesawat dapat kembali stabil sehingga masyarakat memiliki akses transportasi udara yang lebih terjangkau. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kembali jumlah penumpang dan memulihkan frekuensi penerbangan di Bandara Depati Amir. (Mulyo Widodo / Tirta)










