TVRINews, Bangka Belitung
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disertai angin kencang merambat hingga ke area permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung Dua, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya 288 unit rumah semi permanen dan berdampak langsung pada 1.152 jiwa.
Meskipun kobaran api telah berhasil dipadamkan, kepulan asap tebal pascakebakaran masih menyelimuti puing-puing bangunan warga. Tim pemadam kebakaran beserta aparat gabungan lintas unsur masih disiagakan di lokasi kejadian guna mengantisipasi serta meminimalisir potensi timbulnya titik api susulan.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau penanganan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Di lapangan sangat memprihatinkan, menurut laporan dari dinas terkait dari semalam sampai sekarang tuh yang terdampak sepertinya sekitar 288 unit rumah. Mereka sudah ke tempat saudaranya, ada yang ke Desa Sebagin, ada ke beberapa titik lainnya yang mereka punya keluarga atau saudara di Bangka Selatan, ada juga yang pulang ke Palembang. Kemudian untuk yang masih bertahan di sini, posko untuk pengungsiannya itu ada di rumah sekolah ini, di SD 7," ujar Riza, Minggu, 11 Oktober 2026.
Pemerintah daerah telah memusatkan posko pengungsian di bangunan SD Negeri 7 bagi warga yang masih bertahan di lokasi. Berbagai bantuan logistik dasar berupa makanan, sembako, obat-obatan, pakaian, matras, tempat tidur, hingga fasilitas dapur umum telah disiapkan di sekitar area pengungsian demi menjamin keselamatan dan kebutuhan harian para korban bencana.










