TVRINews, Kab. Bangka
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Bintet, Kecamatan Belinyu. Tidak hanya menghanguskan hamparan lahan yang luas, kobaran api juga merembet ke permukiman dan melahap dua unit rumah warga beserta harta benda di dalamnya.
Insiden kebakaran tersebut bermula dari lahan kering yang dengan cepat terbakar hingga meluas dan menghanguskan sekitar 30 hektare area daratan, termasuk kawasan perkebunan kelapa sawit. Kobaran api yang begitu masif mengakibatkan satu unit rumah warga hangus rata dengan tanah, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan yang cukup berat.
Kerugian akibat musibah ini tidak hanya berupa bangunan fisik. Sejumlah harta benda berharga milik korban yang berada di dalam rumah, seperti perhiasan emas dan uang tunai senilai Rp10 juta, turut ludes tak bersisa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini. Warga yang kediamannya terdampak kini telah dievakuasi dan mengungsi ke tempat kerabat terdekat.
Berdasarkan analisis di lapangan, kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas warga yang sengaja membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca yang sangat terik ditambah embusan angin kencang membuat kobaran api tidak terkendali dan dengan cepat menyapu area sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, mengonfirmasi bahwa jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta kondisi lahan yang sangat kering turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan sehingga api lebih leluasa menyebar.
Guna menjinakkan kobaran api, tim gabungan yang terdiri atas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka, armada Damkar PT Timah, personel Polsek dan Koramil Belinyu, bersama relawan serta warga setempat, harus berjibaku melakukan pemadaman di tengah teriknya suhu dan asap tebal.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan proses pendataan dan penaksiran untuk memastikan total kerugian materiel secara keseluruhan.
Menyikapi peristiwa di Desa Bintet tersebut, aparat setempat kembali memberikan peringatan keras dan mengingatkan seluruh masyarakat agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, mengingat dampaknya yang sangat fatal bagi keselamatan jiwa maupun harta benda.
“Karhutla ini menjalar hingga menghanguskan rumah warga beserta motor, perhiasan emas, dan uang tunai. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau masyarakat untuk berhenti membuka lahan dengan cara dibakar atau membakar sampah sembarangan. Terpaan angin kencang dapat membuat api membesar dengan cepat. Indikasi aktivitas pemecahan batu di perbukitan juga patut diwaspadai,” jelas Achmad Suherman, Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka, Rabu, 9 September 2026.










