TVRINews, Bangka Selatan
Pembangunan Jembatan Garuda di sejumlah desa di Kabupaten Bangka Selatan mulai meningkatkan akses konektivitas masyarakat yang selama ini terkendala kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur penghubung.
Keberadaan jembatan tersebut mempermudah mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat.
Komandan Korem 045/Garuda Jaya Nur Wahyudi mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap upaya peningkatan konektivitas di daerah.
Menurutnya, hingga saat ini telah dibangun tujuh Jembatan Garuda di Kabupaten Bangka Selatan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Jembatan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni satu unit di Desa Teladan, tiga unit di Desa Ranggung, satu unit di Desa Jeriji, satu unit di Desa Penutuk, serta satu jembatan yang menghubungkan Desa Payung dengan Desa Ranggung.
"Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Payung dan Desa Ranggung sudah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Keberadaannya sangat berguna untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun aktivitas masyarakat lainnya. Ini menjadi salah satu program unggulan TNI AD. Kami akan hadir di daerah-daerah yang membutuhkan jembatan, khususnya di wilayah yang masih terhambat oleh sungai atau jembatan yang rusak," ujar Nur Wahyudi.
Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda akan terus diperluas ke sejumlah wilayah di Bangka Selatan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
Melalui program tersebut, diharapkan konektivitas antardesa semakin baik sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, serta aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan, semakin berkembang.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.










