TVRINews, Bangka Tengah
Pemkab Bangka Tengah integrasikan hiburan sepak bola dengan layanan administrasi terpadu serta pemberdayaan UMKM guna mendorong ekonomi lokal.
Kemeriahan Piala Dunia 2026 turut dirasakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar acara nonton bareng (nobar) di kawasan Tugu Udang, Kota Koba, yang tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di lokasi kegiatan, pemerintah daerah menghadirkan berbagai layanan publik untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan administrasi. Warga yang datang menyaksikan pertandingan dapat sekaligus mengurus dokumen kependudukan, memperoleh layanan konsultasi kesehatan, hingga memanfaatkan fasilitas pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling.
Selain itu, pemerintah juga menggelar pasar murah dan pasar tani yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Penyelenggara menyebut konsep pelayanan terpadu tersebut sengaja diterapkan untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih praktis dan nyaman. Dengan konsep jemput bola, masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi sekaligus menikmati suasana nobar tanpa harus mendatangi kantor-kantor pelayanan secara terpisah.
Tidak hanya itu, area kegiatan juga diramaikan oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan aneka makanan, minuman, dan produk lokal khas daerah.
Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar sekaligus membuka peluang promosi bagi produk-produk lokal kepada masyarakat yang hadir.
Momentum keramaian nobar Piala Dunia dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan serta memperluas jangkauan pasar mereka.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berupaya mengintegrasikan hiburan, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat dalam satu agenda yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Pemerintah berharap konsep serupa dapat terus dikembangkan pada berbagai kegiatan masyarakat lainnya sehingga pelayanan publik semakin mudah diakses, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Kegiatan nobar Piala Dunia 2026 di Kota Koba pun menjadi contoh bagaimana momentum olahraga internasional dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi daerah.










