TVRINews, Bangka Belitung
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 dalam keadaan aman. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada ternak di wilayah Bangka Belitung.
Untuk memastikan kondisi tersebut tetap terkendali, petugas peternakan di seluruh kabupaten dan kota telah dikerahkan melakukan pemantauan langsung terhadap kesehatan dan ketersediaan hewan kurban.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Bangka Belitung, Endah Sukaisih, mengatakan para pelaku usaha peternakan telah mengantisipasi meningkatnya kebutuhan hewan kurban dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah sejak setelah Idulfitri.
“Kondisi ternak di Bangka Belitung hingga saat ini masih aman dan belum ada laporan terkait penyakit hewan menular strategis,” ujar Endah.
Berdasarkan data terbaru, stok sapi di Kota Pangkalpinang saat ini mencapai 474 ekor yang berasal dari delapan pemilik ternak. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena pengiriman hewan terus berlangsung menjelang Iduladha.
Sementara itu, stok kambing hingga 6 Mei 2026 tercatat sebanyak 440 ekor.
“Stok sapi saat ini sekitar 474 ekor dan kambing sekitar 440 ekor,”lanjutnya.
Selain memastikan kesehatan dan ketersediaan hewan kurban, DPKP Babel juga memberikan perhatian terhadap proses pemotongan hewan agar berlangsung higienis dan ramah lingkungan.
DPKP akan memberikan edukasi kepada panitia kurban di masjid-masjid terkait tata cara pemotongan yang sesuai standar sanitasi, termasuk pengelolaan limbah hasil penyembelihan.
Menurut Endah, limbah kurban harus ditangani dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Tempat pembuangan limbah harus diperhatikan. Limbah tidak boleh berceceran atau dibuang langsung ke saluran air maupun sungai,” tegasnya.
Pihaknya juga akan memberikan pembekalan kepada petugas dan pengurus masjid mengenai pentingnya sanitasi selama proses pemotongan hewan kurban.
DPKP Babel memastikan pengawasan terhadap kesehatan ternak dan pelaksanaan pemotongan akan terus dilakukan hingga hari raya Iduladha guna menjamin daging kurban yang dihasilkan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).










