TVRINews, Bangka Selatan
Harga beras lokal di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kenaikan hingga Rp2.500 per kilogram. Kenaikan harga tersebut diduga turut dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung dalam tiga bulan terakhir.
Saat ini, harga beras lokal di tingkat petani maupun penggilingan berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram. Sebelumnya, harga beras lokal di wilayah tersebut berada di sekitar Rp12.000 per kilogram.
Kenaikan harga diperkirakan mulai terjadi sejak Maret 2026. Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan produksi padi petani menurun. Kondisi itu kemudian berdampak terhadap ketersediaan beras lokal di Desa Rias.
Pengusaha penggilingan padi di Desa Rias, Chandra, mengatakan kenaikan harga juga dipengaruhi berkurangnya pasokan beras dari luar daerah. Di sisi lain, permintaan masyarakat terhadap beras saat ini justru mengalami peningkatan.
"Untuk harga beras lokal di Rias, sementara ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sekitar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram. Sebelumnya harga beras di Trans Rias sekitar Rp12.000 per kilogram, untuk beras standar Gaya Inpari 32 atau yang biasa disebut beras Maknyus. Sekarang harganya sudah mencapai Rp14.500 per kilogram," jelas Chandra, dikutip Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat pasokan beras semakin terbatas. Berkurangnya pasokan dari luar daerah turut memperketat ketersediaan beras di pasaran.
"Kenaikan ini disebabkan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, sementara pasokan beras dari luar daerah juga banyak berkurang. Untuk penjualan saat ini cukup tinggi karena stok beras, terutama di wilayah Trans Rias dan Bangka Selatan, mulai menipis, sementara permintaan masyarakat meningkat," ujarnya.
Chandra menyebutkan, persediaan beras petani di Desa Rias saat ini diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar satu bulan ke depan. Kondisi tersebut menjadi perhatian apabila musim kemarau masih terus berlangsung dan produksi padi petani belum kembali normal.
Menipisnya persediaan di tengah tingginya permintaan dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan beras lokal di wilayah Bangka Selatan dalam beberapa waktu mendatang.
Masyarakat berharap musim kemarau panjang di Kabupaten Bangka Selatan segera berakhir. Dengan demikian, produksi padi petani diharapkan kembali stabil dan persediaan beras lokal dapat berangsur normal.










