TVRINews, Bangka Belitung
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 25 titik karhutla dengan total luas lahan yang terbakar telah mencapai 37 hektare.
"Terkait dengan kejadian karhutla di Kabupaten Bangka Barat, sampai saat ini sudah ada 25 kejadian yang terdata dengan luas sekitar 37 hektare," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Mentok menjadi wilayah yang paling banyak mengalami kejadian karhutla, disusul Kecamatan Parittiga dengan dua titik kebakaran dan Kecamatan Kelapa satu titik. Lahan yang terbakar umumnya didominasi oleh semak belukar yang sangat mudah tersulut api, diperparah oleh kondisi cuaca kering yang membuat api lebih cepat meluas.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Dini
Menghadapi potensi karhutla yang masih tinggi, Safrizal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara kolektif. Warga diminta secara tegas agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran.

(Foto: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal)
Selain itu, partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan melalui pelaporan cepat apabila menemukan kemunculan titik api sekecil apa pun. Langkah tanggap darurat ini dinilai krusial agar petugas dapat segera melakukan penanganan sedini mungkin sebelum api merambat luas.
"Kami mengharapkan partisipasi masyarakat. Ketika memang ada kejadian, segera dilaporkan dan jangan sampai meluas. Laporan dari masyarakat sangat berarti bagi kami dalam rangka mengantisipasi penyebaran kebakaran hutan dan lahan," pungkas Safrizal.









