TVRINews, Bangka Tengah
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, menggelar salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau berkepanjangan yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.
Ratusan jamaah mengikuti salat istisqa yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bangka Tengah, Rabu, 2 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah bersama masyarakat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar secara spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat.

"Kita dapat melaksanakan salat istisqa secara berjamaah, yaitu salat sunah untuk meminta dan mengharapkan turunnya hujan yang bermanfaat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah ikhtiar," kata Algafry, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, kondisi kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak terhadap masyarakat, terutama terkait ketersediaan air. Di sisi lain, kondisi lahan yang semakin kering turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ini merupakan usaha secara vertikal untuk mengharapkan Allah SWT segera menurunkan hujan yang penuh rahmat dan magfirah. Jadi, ini adalah usaha kita untuk memohon kepada Allah SWT," ujarnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Bangka Tengah Julhasnan menyebut jumlah kejadian kebakaran dan penyelamatan yang tercatat di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.
Hingga saat ini, tercatat 301 kejadian. Namun, terdapat satu kejadian kebakaran di wilayah Terak yang terjadi sejak subuh dan belum masuk dalam pendataan, sehingga total kejadian diperkirakan mencapai 302 kasus.
Dari 301 kejadian yang telah terdata, sebanyak 136 merupakan kebakaran hutan dan lahan. Kemudian, 151 kejadian merupakan penyelamatan atau nonkebakaran, 12 kejadian berupa kebakaran gedung dan perumahan, sedangkan sisanya merupakan kebakaran lainnya, termasuk kendaraan.
"Jumlah kejadian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya," jelas Julhasnan.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan berbagai langkah mitigasi untuk menekan dampak kemarau serta mencegah meluasnya karhutla.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan vegetasi kering dan mudah terbakar.
Pemkab Bangka Tengah berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air masyarakat dapat kembali terjaga sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.









