TVRINews, Bangka Tengah
Upaya penurunan angka stunting atau tengkes di Kabupaten Bangka Tengah terus digencarkan melalui Program Gerakan Orangtua Asuh. Salah satu implementasinya dilakukan di Desa Kurau, Kecamatan Koba, dengan penyaluran bantuan nutrisi kepada ratusan kepala keluarga (KK).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda bersama Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Babel, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Bantuan tersebut menyasar keluarga dengan anak usia di bawah dua tahun (baduta) serta ibu menyusui, yang dinilai berada pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode penting pertumbuhan anak.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengatakan program ini merupakan bagian dari Gerakan Orangtua Asuh yang diinisiasi OJK Babel dan mendapat dukungan lintas sektor.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam upaya menekan angka stunting, khususnya di wilayah Bangka Tengah. Bantuan nutrisi ini diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi bagi baduta dan ibu menyusui,” ujar Efrianda.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga telah menugaskan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan sebagai orang tua asuh di wilayah yang telah dipetakan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pendampingan bagi keluarga berisiko stunting serta memastikan intervensi berjalan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Lisa, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan. Ia menilai bantuan nutrisi tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan guna memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di Bangka Tengah.










