TVRINews, Bangka Selatan
Sebanyak 60 ribu hektare lahan gambut di Kabupaten Bangka Selatan terdeteksi memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau panjang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) Karhutla karena lahan gambut di Bangka Selatan memiliki kedalaman sekitar 100 hingga 200 sentimeter dari permukaan tanah. Karakteristik tersebut membuat kawasan gambut memiliki potensi kebakaran yang perlu diantisipasi sejak dini.
Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI memperkuat upaya pencegahan dengan meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat. Edukasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Sejumlah titik api juga telah ditemukan di wilayah Bangka Selatan. Namun, titik-titik tersebut masih dapat ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Pengawasan terhadap kawasan gambut terus diperketat selama musim kemarau. Selain lahan gambut, perkebunan kelapa sawit juga menjadi perhatian karena kebakaran di kawasan tersebut berpotensi menyebar lebih luas dalam kondisi cuaca kering.
Jajaran Kodim Bangka Selatan diminta aktif melakukan penyuluhan pencegahan karhutla kepada berbagai komponen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran dalam skala lebih besar.
“Pulau Bangka maupun Belitung memiliki potensi karhutla yang cukup tinggi. Khusus di Bangka Selatan, terdapat sekitar 60 ribu hektare lahan gambut dengan kedalaman 100 hingga 200 sentimeter dari permukaan tanah. Kondisi tersebut sangat berpotensi menyebabkan kebakaran. Saat ini memang baru ditemukan beberapa titik api. Namun, berkat kerja Satgas Karhutla di wilayah yang bekerja sama dengan kami, titik-titik api tersebut sudah dapat dipadamkan,” jelas Kolonel Inf. Teguh Supriyanto, Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kamis, 3 September 2026.










