TVRINews, Bangka Tengah
Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengular hingga ratusan meter di SPBU Nibung dan SPBU Berok, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terjadi pada pagi hari serta sore hingga menjelang malam. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan, stok BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, dipastikan masih aman dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar saat mengantre. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga ketertiban dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat membeli BBM.

“Saya juga hanya mengharapkan masyarakat untuk bisa dengan sabar, untuk bisa melihat situasi ini, karena sejujurnya memang jumlah yang ada itu menurut hitungannya memang bisa mencukupi untuk masyarakat sampai hari ini. Ini yang perlu kita pertimbangkan langkah-langkah berikutnya sambil kita koordinasi dengan pihak Pak Kapolres untuk bisa memberikan ketenangan, kenyamanan kepada masyarakat ketika membeli BBM ini,” ujar Algafry Rahman pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan pemantauan di sejumlah SPBU akan terus dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang yang berkepanjangan. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperkuat guna memastikan distribusi BBM berjalan tertib dan kondusif.
Masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban selama mengantre serta tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.










