TVRINews, Bangka
Ketersediaan sumber air baku Perumda Tirta Bangka menyusut hingga 80 persen akibat musim kemarau yang masih berlangsung hingga awal Oktober 2026. Kondisi ini mengancam pasokan air bersih bagi sekitar 10 ribu pelanggan, terutama yang bergantung pada sumber air baku di kawasan Pemali dan Merawang.
Penyusutan debit air di Kecamatan Merawang disebut menjadi kondisi terparah dalam tiga tahun terakhir di Kabupaten Bangka. Minimnya curah hujan menyebabkan debit air di sejumlah sumber baku terus menurun. Selain itu, kualitas air yang tersisa juga mengalami penurunan akibat kondisi air yang keruh.
Direktur Perumda Tirta Bangka, Fery Insani, mengatakan kekeringan telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya debit air yang dapat dialirkan kepada pelanggan.
“Sungailiat, Merawang, Riau Silip, Belinyu, Puding, Bakam, Mendo Barat, semuanya sudah mengalami kekeringan, kering total. Yang bisa kita aliri itu debit air sudah berkurang. Yang kami tahu misalnya di Pemali sudah sangat turun, di Merawang juga macam itulah. Nah yang kedua memang kualitas air terganggu, kalaupun ini tuh airnya banyak, itu airnya keruh,” ujar Fery Insani.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Perumda Tirta Bangka berupaya melakukan pendalaman kolong serta mencari potensi sumber air baku baru di sekitar wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku di tengah kondisi kemarau yang belum mereda.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka menyiapkan penyaluran air bersih gratis sebagai langkah penanganan darurat bagi masyarakat. Sebanyak empat unit mobil tangki air disiagakan selama satu bulan untuk melayani kebutuhan warga, mulai pagi hingga sore hari.
Pendistribusian air bersih diprioritaskan bagi kawasan rawan kekeringan dan permukiman yang mengalami gangguan pasokan air. Di Kecamatan Sungailiat, sejumlah lokasi yang menjadi fokus penyaluran meliputi Lingkungan Air Hanyut, Cokro, Sri Pemandang, dan Kampung Nelayan.
Melalui penyaluran air bersih gratis tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Upaya ini juga diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak penurunan pasokan air bersih.










