TVRINews, Bangka Barat
Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, harga ayam potong di Pasar Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, mengalami kenaikan cukup signifikan. Dalam satu bulan terakhir, harga ayam potong naik bertahap dari sekitar Rp38.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Meski mengalami kenaikan hingga Rp12.000 per kilogram, permintaan masyarakat terhadap ayam potong justru meningkat.
Kenaikan harga tersebut diduga dipengaruhi pasokan ayam yang masih bergantung pada pengiriman dari luar Pulau Bangka. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga, usaha kuliner, serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan membuat permintaan tetap tinggi.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Parittiga, Imron, mengatakan kenaikan harga juga dipengaruhi berkurangnya pengiriman dan belum adanya pasokan yang mencukupi dari daerah Bangka.
"Untuk harga ayam sekarang 50 sekarang bang. Sebelumnya 40, 38. Ada kenaikan Bang. Kenaikan sangat jauh 12 ribu kenaikannya per kilonya. Pengirimannya yang kurang Bang. Pemasokan untuk untuk di daerah Bangka nih tidak ada. Dari luar sekarang dari Lampung, Palembang. Berarti dengan harga sekarang kalau hari besar lumayan naik," urai Imron, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Berbeda dengan ayam potong, harga daging sapi di Pasar Parittiga terpantau relatif stabil. Saat ini, daging sapi segar dijual dengan harga Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Pedagang menyebut tidak ada kenaikan harga daging sapi dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, menjelang Maulid Nabi, permintaan masyarakat terhadap daging sapi dinilai meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi tersebut disampaikan Abdul Hadi, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Parittiga.
"Masih dari 145 sampai 150 ribu per kilo. Stabil.Menjelang maulid ada hari-hari besar itu lumayan lah.Gak ada kenaikan. Seperti hari-hari biasa 145 sampai 150. Ya karena ini musim pas maulid ini agak lumayan sih lonjakan daya beli masyarakat. Tapi kalau hari-hari lumayan sepi . Hari-hari biasa sepi," papar Abdul Hadi merinci kondisi penjualannya.
Menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok, para pedagang berharap pemerintah daerah dapat turun tangan menjaga kestabilan harga, terutama untuk komoditas ayam potong.
Pedagang juga meminta pemerintah mencari solusi atas ketergantungan pasokan ayam dari luar Pulau Bangka. Menurut mereka, pasokan yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga di pasar.
Para pedagang khawatir kenaikan harga yang terus berlanjut dapat menekan daya beli masyarakat. Karena itu, kestabilan pasokan dinilai penting untuk menjaga harga tetap terjangkau, terutama menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.










