TVRINews, Bangka Selatan
Warga Batu Ampar di Dusun Sungai Dusun, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau panjang. Persoalan ini bahkan telah berlangsung menahun karena warga juga kerap mengalami kekurangan air bersih saat musim hujan.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Suwandi, berinisiatif membangun fasilitas sumur bor sedalam 30 meter di kawasan permukiman warga.
Keberadaan sumur bor tersebut membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Meski wilayah itu dilanda kemarau, pasokan air dari fasilitas tersebut dilaporkan masih mencukupi kebutuhan warga sehari-hari.
Salah seorang warga, Ambok Tuo, mengatakan sumur bor telah mempermudah masyarakat memperoleh air bersih. Sebelum fasilitas itu tersedia, warga harus mengambil air dari sungai atau memanfaatkan sumur-sumur kecil di sekitar permukiman.
“Dulu, sebelum ada fasilitas sumur bor ini, kami mengambil air di sungai atau dari sumur-sumur kecil. Air dari sumur itu kami sedot menggunakan mesin pompa air, lalu dialirkan ke rumah-rumah,” kata Ambok Tuo.
Ia menambahkan, warga kini tidak lagi harus mengambil air dari sumber-sumber tersebut. Terlebih, sumur-sumur kecil yang sebelumnya digunakan masyarakat sudah mengering.
Suwandi mengatakan pembangunan sumur bor merupakan tindak lanjut atas keluhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih, baik saat kemarau maupun musim hujan.
“Hal ini berdasarkan keluhan warga di sini. Jangankan pada musim kemarau seperti sekarang, pada musim hujan pun mereka sering kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kami mencoba mengajukan permintaan warga tersebut dan akhirnya fasilitas ini berhasil diwujudkan,” ujar Suwandi.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Menurutnya, permintaan pembangunan sumur bor dari desa lain juga akan diupayakan agar dapat direalisasikan.
Sebagai langkah lanjutan, pembangunan satu titik sumur bor tambahan direncanakan pada tahun depan. Suwandi menyebut, dukungan dana pokok pikiran (pokir) juga berpeluang dialokasikan untuk pembangunan sumur bor di Desa Jeriji.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap sungai dan sumur-sumur kecil yang rentan mengering saat kemarau.










