TVRINews, Pangkalpinang
Distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang untuk wilayah Kecamatan Bukit Intan resmi dihentikan sementara sejak Senin pagi, 5 Oktober 2026. Penghentian kucuran air ke rumah-rumah warga ini terpaksa dilakukan lantaran sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bacang telah surut total sehingga tidak dapat lagi diproduksi.
Sebelum penghentian dilakukan, pihak PDAM telah berupaya melakukan penyesuaian selama dua bulan terakhir dengan memperpanjang pipa isap hingga 75 meter guna menjangkau sisa air di bagian tengah kolong. Namun, kondisi debit air saat ini sudah sangat dangkal dan bercampur lumpur pekat. Jika proses pengolahan tetap dipaksakan, hal tersebut berisiko merusak mesin pompa dan menghasilkan kualitas air yang tidak layak untuk disalurkan kepada masyarakat.

“Kami sudah melakukan upaya dalam dua bulan terakhir ini untuk menambah panjang pipa isap hingga ke tengah kolong, sampai ke titik terakhir. Namun, pada hari Senin kemarin sekitar pukul 8 pagi, kami sudah menghentikan produksi air. Keputusan ini terpaksa diambil karena meskipun airnya sekilas terlihat masih ada, bagian dasarnya sudah tercampur dengan lumpur,” jelas Kasi Produksi PDAM Pangkalpinang, Ahmad Januar dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, petugas saat ini mengoperasikan skema transfer air darurat menggunakan mesin pompa berukuran kecil dari kolong cadangan di kawasan Citraland. Kendati demikian, pasokan air dari kolong cadangan tersebut diprediksi hanya mampu menopang kebutuhan produksi darurat selama enam hari ke depan.
Kondisi krisis air ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik sumber air di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang, yang sepenuhnya bergantung pada ketersediaan air permukaan.
Pihak PDAM memproyeksikan pasokan air bersih untuk wilayah Bukit Intan baru akan kembali normal apabila intensitas curah hujan sudah cukup tinggi untuk memulihkan kapasitas air di dalam kolong.
Menyikapi situasi tersebut, pemerintah daerah dan PDAM mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menyiapkan wadah penampungan cadangan dan mulai berhemat dalam penggunaan air sehari-hari.










