TVRINews, Pangkalpinang
Nilai ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026 meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor mencapai 129,48 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,3 triliun, naik 48,72 persen dari April 2026 yang sebesar 87,06 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,5 triliun.
Kenaikan tersebut menunjukkan perbaikan kinerja ekspor komoditas unggulan Bangka Belitung secara bulanan. Meski demikian, secara tahunan (year-on-year), nilai ekspor timah masih mengalami kontraksi.
BPS mencatat, kawasan Asia masih menjadi pasar utama ekspor timah Bangka Belitung. Tiongkok menempati posisi teratas sebagai negara tujuan ekspor.
Selama Januari hingga Mei 2026, sebanyak 43,35 persen ekspor timah Bangka Belitung dikirim ke Tiongkok dengan nilai mencapai 301,58 juta dolar Amerika Serikat. Sementara pada Mei 2026 saja, nilai ekspor ke negara tersebut tercatat sebesar 21,89 juta dolar Amerika Serikat.
Selain itu, nilai ekspor timah ke lima negara tujuan utama selama Januari–Mei 2026 tumbuh 10,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desiana Arbani Safari, menjelaskan perkembangan ekspor timah sangat dipengaruhi permintaan pasar internasional dan kondisi ekonomi global.
"Ekspor timah secara year-on-year memang masih mengalami kontraksi. Namun, jika dilihat secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, ekspor mengalami peningkatan. Data ekspor mengacu pada data Bea Cukai dan sangat dipengaruhi oleh transaksi business to business, kondisi ekonomi global, serta permintaan dari negara tujuan. Sebagai daerah pemasok, volume ekspor sangat bergantung pada permintaan dari luar negeri," jelas Desiana, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut BPS, fluktuasi nilai ekspor merupakan hal yang wajar mengingat perdagangan timah sangat bergantung pada dinamika pasar global. Permintaan dari negara tujuan ekspor menjadi faktor utama yang menentukan naik turunnya nilai maupun volume ekspor.
Kenaikan nilai ekspor pada Mei 2026 menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tren tersebut diharapkan berlanjut seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas timah. (Mulyo Widodo/Alif)










