TVRINews, Pangkalpinang
Aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dipastikan telah kembali normal pada Selasa, 8 September 2026. Sebelumnya, operasional bandara ini sempat mengalami kelumpuhan sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejak pagi hari, rute penerbangan komersial, khususnya dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta maupun rute regional seperti tujuan Palembang, telah kembali beroperasi seperti biasa.
“Alhamdulillah, dapat kami informasikan pada pagi hari ini bahwa operasional penerbangan, khususnya rute Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sudah kembali normal di Bandara Depati Amir," kata Branch Communication CSR and Legal Department Head, Novita Maria Sari, Selasa, 8 September 2026.
Pihak manajemen Bandara Depati Amir menegaskan bahwa pemulihan operasional dan pelayanan ini tetap dilakukan dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada beberapa hari sebelumnya memang cukup signifikan. Insiden alam tersebut sempat memaksa pihak otoritas untuk membatalkan 28 jadwal penerbangan demi keselamatan bersama. Akibat pembatalan tersebut, tercatat sebanyak 3.947 calon penumpang terdampak dan gagal diberangkatkan sesuai jadwal semula.
Sebagai langkah penanganan, pihak maskapai penerbangan telah mengimbau seluruh calon penumpang yang terdampak untuk segera memproses pengembalian dana tiket (refund) atau melakukan penjadwalan ulang keberangkatan (reschedule).
Guna menjamin keamanan ruang udara dari sisa ancaman abu vulkanik, pengelola bandara terus menjalin koordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir.
Berdasarkan hasil pengamatan berkala dan metode uji kertas (paper test) yang dilakukan oleh BMKG sejak tanggal 6 hingga 7 September, serta observasi terakhir pada Selasa pagi pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, seluruh indikator menunjukkan hasil yang negatif.
Hasil pengujian negatif tersebut mengonfirmasi bahwa udara di sekitar area Bandara Depati Amir telah sepenuhnya bersih dan tidak lagi terpapar partikel abu vulkanik.
Dengan kondisi ruang udara yang kondusif ini, seluruh operasional penerbangan dipastikan aman dan dapat berjalan lancar. Meski situasi telah kembali pulih, pihak otoritas tetap mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk selalu memantau informasi resmi secara berkala dari maskapai masing-masing guna memastikan kepastian jadwal keberangkatan.










