TVRINews, Pangkalpinang
Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang mengalami krisis dan hampir kosong selama sepekan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya kebutuhan darah harian bagi pasien yang memerlukan tindakan medis dan transfusi di berbagai rumah sakit.
Hingga Senin, 19 Oktober 2026, stok darah yang tersisa di UDD PMI Kota Pangkalpinang hanya lima kantong, terdiri atas tiga kantong darah golongan B dan dua kantong golongan O. Sementara itu, stok darah golongan lainnya kosong.
Padahal, dalam kondisi normal, kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang mencapai puluhan kantong setiap hari untuk memenuhi permintaan pasien dengan berbagai golongan darah.
Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kebutuhan darah harian di wilayah tersebut mencapai 60 hingga 70 kantong. Namun, persediaan darah di UDD PMI Kota Pangkalpinang telah menipis hingga hampir kosong selama sekitar satu pekan terakhir.
"Untuk di PMI Kota Pangkalpinang sendiri, per hari ini kebutuhan ataupun permintaan darah per harinya mencapai 60 sampai 70 kantong dari berbagai jenis golongan. Saat ini kurang lebih sudah satu minggu ke belakang, stok darah yang ada di UDD PMI Kota Pangkalpinang itu kosong. Kecuali darah B ada tiga kantong, darah O-nya ada dua kantong untuk per hari ini," Muhammad Iqbal.
Untuk mengatasi keterbatasan stok tersebut, PMI Kota Pangkalpinang kembali menggelar kegiatan donor darah sukarela pada Senin, 19 Oktober 2026.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, PMI mengajak masyarakat dan para relawan untuk berpartisipasi aktif mendonorkan darah. Partisipasi tersebut diharapkan dapat membantu menambah persediaan darah agar segera disalurkan kepada pasien yang membutuhkan transfusi.
PMI Kota Pangkalpinang berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk mendonorkan darahnya sehingga kebutuhan darah harian dapat terpenuhi dan lebih banyak nyawa pasien dapat diselamatkan.










