TVRINews, Bangka Barat
Kebakaran menghanguskan empat unit rumah bedeng semi permanen di Dusun Cupat Bedeng Panjang, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya karena material rumah yang mudah terbakar, ditambah tiupan angin kencang dan keterbatasan sumber air.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya melakukan pemadaman awal. Namun, kondisi tersebut membuat proses pemadaman terkendala hingga petugas gabungan bersama warga tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan api yang membakar bangunan rumah bedeng tersebut. Setelah lebih dari satu jam dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.10 WIB.
Empat kepala keluarga yang terdampak dalam kebakaran tersebut yakni Sumin, Yarman, Linuk, dan Agus. Keempatnya kehilangan rumah beserta seluruh harta benda yang berada di dalam bangunan.
Di rumah milik Yarman, sejumlah barang berharga turut terbakar, di antaranya uang tunai sekitar Rp28 juta, satu unit sepeda motor Yamaha Xeon, dua telepon seluler, serta sejumlah peralatan elektronik lainnya.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak berwenang. Kepolisian tengah melakukan penyelidikan, termasuk mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Jajaran Polsek Jebus masih melakukan upaya pengejaran terhadap terduga pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran tersebut.
“Api sudah besar saat kami sampai di lokasi dan asapnya sudah hitam. Warga panik dan meminta pertolongan, sehingga kami langsung menghubungi penjual air untuk datang ke lokasi dan membantu proses pemadaman.Untuk penyebab kebakaran, kami belum mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi dari warga, ada dugaan kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Total kerugian keseluruhan diperkirakan sekitar Rp135 juta,” jelas Dira dan Lusi, Staf dan Kasi Kesra Desa Cupat, Senin, 14 September 2026.










