TVRINews, Pangkalpinang
Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku dan produksi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pinang. Penyusutan debit sumber air baku menyebabkan tingkat kekeruhan meningkat serta jumlah produksi air bersih menurun.
Meski demikian, PDAM Tirta Pinang masih mempertahankan pola distribusi air selama 24 jam. Hingga saat ini, belum diberlakukan pembagian waktu pengaliran kepada pelanggan.
Gangguan pengaliran terutama terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki kontur lebih tinggi. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Selindung, khususnya Perumahan Greenland, Graha Loka, sebagian Graha Puri, Sumberejo, serta Air Kepala Tujuh, terutama kawasan Perumahan Kota Baru.
Kepala Administrasi Umum dan Keuangan PDAM Tirta Pinang, Amid Nurachman, menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan menyusutnya ketersediaan sumber air baku akibat musim kemarau.
Saat ini, PDAM Tirta Pinang mengandalkan tiga sumber utama air baku, yakni Kolong Bacang, Kolong Pedindang, dan Kolong Retensi Kacang Pedang.
Apabila hujan tidak turun sepanjang September, cadangan air baku yang tersedia diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan pelayanan pelanggan hingga akhir bulan.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi untuk mengolah air laut menjadi air baku dinilai belum memungkinkan untuk diterapkan dalam waktu dekat. Meskipun Pangkalpinang berada tidak jauh dari kawasan pantai, teknologi pengolahan air laut membutuhkan biaya investasi dan operasional yang cukup besar.
PDAM Tirta Pinang masih mengandalkan sumber air baku yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan di tengah kondisi kemarau.
“Untuk saat ini, kondisi pengaliran atau pendistribusian air PDAM Tirta Pinang memang sedikit mengalami kendala. Hal ini disebabkan sumber air baku mengalami penyusutan yang cukup tinggi, sehingga tingkat kekeruhannya meningkat dan jumlah produksi air sedikit berkurang.Untuk pola pengaliran, kami belum melakukan pembagian waktu. Pengaliran masih dilakukan selama 24 jam. Hanya saja, untuk beberapa wilayah yang memiliki kontur cukup tinggi, terkadang tidak mendapatkan pengaliran secara normal seperti biasanya,” jelas Amid Nurachman, Kepala Administrasi Umum dan Keuangan PDAM Tirta Pinang, Senin, 14 September 2026.










