TVRINews, Pangkalpinang
Kualitas udara di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, masih berada dalam kategori baik. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat di angka 39.
Meski kondisi udara masih tergolong baik, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kabut asap. Pasalnya, wilayah Bangka Belitung masih berada dalam musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta masyarakat turut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Plt. Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agus Afandi mengatakan kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
"Kewaspadaan tentunya harus, tapi belum masuk dalam level ini harus menjadi bencana yang lebih lanjut. Hanya yang harus waspada tentunya bagi yang memiliki penyakit ISPA. Nah, itu yang kita khawatirkan nanti meningkat orang-orang yang juga bisa terkena penyakit akibat dari kabut asap tersebut," ujar Agus.
Berdasarkan catatan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebanyak 780 titik kebakaran hutan dan lahan telah terdeteksi sejak Mei hingga pertengahan September 2026.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau. Peran masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus menjaga kualitas udara tetap sehat.










