TVRINews, Pangkalpinang
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam memastikan seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, masih berjalan normal.
Operasional pelabuhan dipastikan tidak terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Seluruh armada penumpang maupun barang, baik jenis kapal cepat maupun kapal roll-on/roll-off (RoRo), tetap beroperasi melayani penumpang dan logistik seperti biasa.
Kelancaran operasional ini mencakup enam armada kapal RoRo milik PT Bukit Merapin Nusantara Liner, dua armada milik PT ASDP Indonesia Ferry, serta layanan kapal cepat Express Bahari.
Rute pelayaran utama dari Pelabuhan Pangkalbalam menuju Tanjung Pandan di Pulau Belitung maupun pelayaran jarak jauh menuju Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dipastikan aman dan sama sekali tidak terganggu oleh paparan abu vulkanik.
Khusus untuk operasional kapal cepat Express Bahari, skema pelayaran saat ini diberlakukan secara satu arah atau one way yang beroperasi bergantian setiap harinya.
Merespons situasi alam yang dinamis, pihak KSOP Kelas IV Pangkalbalam terus menjalin koordinasi intensif dengan kantor pusat guna memantau perkembangan terkini di lapangan secara berkala.
Pihak otoritas menilai sektor pelayaran maritim sejatinya tidak terlalu sensitif terhadap sebaran abu vulkanik jika dibandingkan dengan risiko pada sektor penerbangan udara.
Meski demikian, pihak KSOP tetap mengimbau masyarakat pengguna jasa angkutan laut beserta seluruh nakhoda kapal untuk senantiasa mengedepankan kehati-hatian.
Kewaspadaan khusus sangat ditekankan bagi kapal-kapal niaga maupun penumpang yang melayari rute berdekatan atau mengarah langsung ke area terdampak erupsi, seperti kawasan perairan Lampung maupun Merak, Banten.
“Untuk kegiatan operasional kapal atau pelayaran, hingga saat ini sama sekali belum terdampak oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Seluruh armada kapal masih beroperasi seperti biasa, baik itu pelayaran rute Tanjung Pandan menuju Pangkalbalam dan sebaliknya, maupun pelayaran dari Pangkalbalam menuju Tanjung Priok, Jakarta,” jelas Fahruddin, KBPP KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Senin, 7 September 2026.










