TVRINews, Belitung Timur
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur mencatat tujuh kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama awal Juli 2026. Peristiwa tersebut terjadi di empat kecamatan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 19 hektare.
Berdasarkan data BPBD, kebakaran pertama terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026 di Desa Padang, Kecamatan Manggar, dengan luas lahan yang terbakar sekitar empat hektare.
Sehari kemudian, Sabtu, 4 Juli 2026, kebakaran kembali terjadi di Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Jalan Bandara–Manggar, Desa Mempaya, Kecamatan Damar, dengan luas area terdampak sekitar satu hektare.
Selanjutnya, pada Minggu, 5 Juli 2026, api melalap sekitar tiga hektare lahan di kawasan sekitar Dermaga ASDP, Desa Baru, Kecamatan Manggar. Kemudian pada Senin, 6 Juli 2026, kebakaran kembali terjadi di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare.
Kejadian terbesar tercatat pada Selasa, 7 Juli 2026 di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung. Kebakaran di lokasi tersebut menghanguskan sekitar enam hektare lahan dan hutan.
Masih di hari yang sama, kebakaran juga terjadi di kawasan Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar, dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur, Robby Yanuar, mengatakan peningkatan jumlah kejadian karhutla pada awal Juli menjadi perhatian serius. Seluruh personel beserta peralatan telah disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Di awal Juli 2026 ini memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Belitung Timur. Tercatat ada tujuh kejadian di beberapa kecamatan, yakni Manggar, Damar, Gantung, dan Simpang Renggiang, dengan total luas lahan terbakar sekitar 19 hektare. Lokasi terdampak paling luas berada di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, sekitar enam hektare. Kami telah menyiapkan seluruh peralatan serta Tim Reaksi Cepat untuk melakukan penanggulangan. Dugaan sementara penyebab kebakaran kemungkinan besar berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan," ujar Robby.
BPBD Belitung Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area yang mudah terbakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.










