TVRINews, Bangka Barat
Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite kembali terjadi di SPBU Kampung Jawa, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu, 8 Juli 2026 pagi.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat memadati area SPBU sejak pagi. Antrean mobil mengular hingga sekitar 500 meter, sementara sepeda motor memenuhi area pengisian hingga meluber ke bahu jalan. Akibatnya, para pengendara harus mengantre lebih dari satu jam untuk memperoleh BBM.
Salah seorang warga, Nura, mengaku kondisi antrean kali ini jauh lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Biasanya tidak pernah antre sepanjang ini. Kami mengisi BBM untuk dipakai sendiri, bukan untuk dijual kembali. Biasanya antre juga tidak sampai setengah jam, tapi beberapa hari ini susah. Harapannya ke depan penyaluran lancar supaya tidak antre seperti sekarang," ujar Nura.
Sementara itu, Pengelola SPBU Kampung Jawa, Karli, mengatakan antrean mulai terbentuk sejak SPBU dibuka pada pukul 06.30 WIB. Meski demikian, ia memastikan pasokan Pertalite pada hari itu tetap normal, yakni sekitar 24 ton per hari.
Karli menjelaskan, pasokan sempat mengalami sedikit pengurangan pada hari sebelumnya. Namun, distribusi kembali normal sehingga pihaknya belum dapat memastikan penyebab meningkatnya jumlah kendaraan yang mengantre.
"Kami buka jam 06.30 WIB. Penyebab antrean kami kurang tahu, tetapi pasokan normal seperti biasa. Kemarin memang sempat ada sedikit pengurangan, namun hari ini sudah kembali normal. Yang paling banyak mengantre adalah kendaraan yang mengisi Pertalite. Hari ini antrean mobil cukup parah sampai ke lampu merah simpang empat,"ungkap Karli.
Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar penyalurannya berjalan lancar dan tepat sasaran. Warga juga meminta adanya penelusuran jika ditemukan dugaan penyalahgunaan Pertalite sehingga antrean panjang serupa tidak terus berulang.










