TVRINews, Bangka Barat
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menjadi ancaman di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Hingga pertengahan September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat mencatat 236 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 290,3 hektare.
Kondisi cuaca kering dan vegetasi yang mulai mengering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kecamatan Mentok menjadi salah satu wilayah yang tercatat memiliki intensitas karhutla cukup tinggi.
Dalam salah satu kejadian, kebakaran menghanguskan lahan sekitar lima hektare. Kondisi lahan yang kering ditambah tiupan angin membuat api berpotensi cepat merambat ke wilayah sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan data tersebut belum mencakup kebakaran yang terjadi di Kecamatan Jebus dan Kelapa pada malam sebelumnya karena luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan.

“Untuk sementara tercatat 236 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 290,3 hektare. Data ini belum termasuk kejadian di Jebus dan Kelapa karena luas lahannya masih dalam proses perhitungan,” ujar Safrizal.
BPBD Bangka Barat terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang rawan karhutla. Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun indikasi kebakaran. Pelaporan sejak dini diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan dan mencegah api meluas.










