TVRINews, Bangka Selatan
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus menggencarkan skrining tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat desa hingga kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus menekan potensi penularan TBC di tengah masyarakat.
Pemkab Bangka Selatan menargetkan sebanyak 2.700 orang menjalani pemeriksaan TBC yang tersebar di 24 desa dan tiga kelurahan. Setiap lokasi ditargetkan dapat menjaring sekitar 100 orang untuk menjalani pemeriksaan.

"Skrining kasus tuberkulosis (TB) terintegrasi dengan cek kesehatan gratis untuk masyarakat di tiga kelurahan dan 24 desa. Pelaksanaannya sebanyak 100 orang per lokus, ditujukan bagi masyarakat yang memiliki gejala TB maupun yang melakukan kontak dengan penderita TB, termasuk kontak serumah,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Slamet Wahidin, Selasa, 11 Agustus 2026.
Skrining dilakukan sebagai upaya mendeteksi kasus TBC sedini mungkin sekaligus memutus rantai penularan. Pemeriksaan juga diarahkan kepada masyarakat yang mengalami gejala TBC serta mereka yang memiliki riwayat kontak erat maupun kontak serumah dengan penderita.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, dari estimasi sebanyak 585 kasus TBC di Bangka Selatan, baru 135 kasus yang berhasil ditemukan. Dalam periode tersebut, tercatat satu kasus kematian akibat TBC.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus memperluas pemeriksaan guna menemukan kasus yang masih belum terdeteksi. Penemuan kasus secara lebih dini dinilai penting agar penderita dapat segera mendapatkan penanganan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diimbau rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat, khususnya apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih.
Dengan skrining yang dilakukan hingga tingkat desa dan kelurahan, pemerintah berharap kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani lebih awal sehingga risiko penularan di lingkungan masyarakat dapat ditekan.








