TVRINews, Bangka Selatan
Sebanyak 210 anak terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung Dua, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menerima bantuan perlengkapan sekolah gratis. Bantuan dari pemerintah daerah bersama sejumlah pihak tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak kembali bersemangat belajar setelah kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.
Bantuan yang disalurkan mencakup seragam sekolah, sepatu, tas, buku, alat tulis, dan kaus kaki. Penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Sebelumnya, kebakaran yang melanda kawasan tersebut menyebabkan sejumlah perlengkapan sekolah milik anak-anak ikut hangus terbakar. Kondisi ini menjadi kendala bagi para siswa untuk kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan bantuan perlengkapan sekolah tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang terdampak bencana.
"Alhamdulillah, kami menerima bantuan yang luar biasa dari Baznas. Hari ini, bantuan perlengkapan sekolah disalurkan kepada 210 anak, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Bantuan yang diberikan meliputi seragam sekolah, buku, alat tulis, dan uang tunai. Selain itu, ada juga bantuan sepatu dari beberapa pihak lainnya," ujar Hefi, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan kembali melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan perlengkapan sekolah yang belum terpenuhi dapat segera ditindaklanjuti.
"Selanjutnya, kami akan mendata kembali kebutuhan yang masih belum terpenuhi agar seluruh kekurangan perlengkapan sekolah anak-anak terdampak dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban keluarga terdampak sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan pascakebakaran.
Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat memulihkan semangat belajar para siswa dan membantu aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak kembali berjalan normal.
Dengan adanya bantuan dan pendataan lanjutan, kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut diharapkan dapat kembali berjalan normal dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.










