TVRINews, Pangkalpinang
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap keempat periode Oktober hingga Desember 2026. Penyaluran bantuan yang diprakarsai oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang serta Bank BNI ini menyasar 135 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Pangkalpinang guna meringankan beban ekonomi keluarga dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tepat sasaran oleh keluarga penerima. Pemanfaatan bansos ini difokuskan untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak sekolah, memenuhi asupan gizi serta kebutuhan para lansia, hingga menunjang kebutuhan anggota keluarga penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Khotaman Barka, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan wajib terdaftar secara resmi dalam basis data desil satu hingga desil empat. Khusus untuk bansos PKH, penerima manfaat harus memenuhi kriteria komponen keluarga, seperti keberadaan ibu hamil, bayi, anak usia sekolah, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Besaran nominal PKH bervariasi, mulai dari Rp225.000 hingga Rp600.000 per periode, tergantung komponen yang dimiliki. Sementara itu, bantuan sembako (BPNT) diberikan sebesar Rp200.000 per bulan yang dikhususkan untuk belanja pangan keluarga rentan.
"Penyaluran hari ini ada 135 keluarga penerima manfaat. Ya yang pertama mereka harus masuk dalam desil satu sampai desil empat, ya. Kemudian ada komponen, kalau PKH itu dia ada harus komponen keluarga. Jadi kalau ada ibu hamil, bayi, anak sekolah, kemudian kalau ada lansia, kemudian ada disabilitas, mereka mendapatkan kesempatan untuk bantuan PKH ini. Kalau yang sembako dia khusus bantuan kelompok rentan. Jadi Rp200.000 per bulan yang dimanfaatkan untuk membeli sembako. Nah, kalau PKH tadi untuk membeli pendukung," Khotaman Barka, Selasa, 20 Oktober 2026.
Salah seorang penerima bantuan, Nini Christiani, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
"Alhamdulillah senang, Pak. Terima kasih banyak yang beri bantuan, ha. Untuk beli sembakolah, sangat membantulah. Terima kasih banyaklah dengan pemerintah yang telah membantu," Nini Christiani.
Dinas Sosial Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan terus berjalan selama KPM bersangkutan tetap memenuhi kriteria regulasi yang berlaku. Namun, bantuan dapat sewaktu-waktu dihentikan apabila komponen dalam keluarga tidak lagi terpenuhi, kondisi ekonomi dinilai sudah mandiri atau mampu, serta adanya kenaikan peringkat status desil hasil pemutakhiran data sosial.










