TVRINews, Bangka
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eko Maulana Ali, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, nyaris terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sekitar rumah sakit, Jumat, 4 September 2026.
Kebakaran terjadi di lahan di pinggir Jalan Raya Belinyu-Sungailiat, tepat di depan RSUD Eko Maulana Ali. Api dengan cepat membesar dan menghasilkan asap tebal yang mulai mendekati area rumah sakit.
Warga yang melihat kebakaran langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Salah satunya dengan memanfaatkan mobil tangki air milik jasa penjualan air bersih untuk menyiram titik api.
Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran dari PT Timah tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Upaya tersebut kemudian diperkuat tim pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Bangka.
Petugas melakukan penyisiran dari sisi jalan hingga area yang mengarah ke lingkungan rumah sakit. Pemadaman bahkan dilanjutkan hingga bagian belakang RSUD karena terdapat sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.

Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar. Petugas gabungan bersama karyawan rumah sakit dan masyarakat setempat kemudian bahu-membahu memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan rumah sakit dan permukiman warga.
Setelah sekitar dua jam, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Direktur RSUD Eko Maulana Ali, Dr. Egha Zainur, mengatakan pihak rumah sakit langsung melakukan pengecekan setelah mendapat laporan mengenai kebakaran di seberang rumah sakit.
“Setelah mendapat konfirmasi dari petugas kami, pasien, dan warga bahwa ada api di seberang rumah sakit, kami langsung mengecek ke lokasi. Ternyata api cukup signifikan,” ujar Egha.
Menurut Egha, kondisi sempat dianggap terkendali. Namun, asap terus meluas dan api masih menjalar sehingga pihak rumah sakit bersama petugas dan masyarakat ikut melakukan pemadaman.
“Kami kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman. Kami menggunakan satu mobil tangki air memanfaatkan mobil jasa penjualan air bersih. Namun, kalau titik apinya besar, kami tidak berani melakukan pemadaman sendiri,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit juga membasahi sejumlah area yang belum terbakar menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Petugas rumah sakit disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi pasien jika api kembali meluas.
Pemantauan juga dilakukan terhadap arah angin untuk mengantisipasi asap maupun api bergerak menuju lingkungan rumah sakit.
Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi mata, sebelum kebakaran terjadi terdapat seseorang yang berhenti dan turun dari mobil di sekitar lokasi. Orang tersebut diduga membuang puntung rokok sebelum api muncul.
Namun, dugaan penyebab kebakaran tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Pihak RSUD Eko Maulana Ali berharap pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama selama musim kemarau. Salah satunya dengan menyiapkan pos pemadam kebakaran di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Kesiapsiagaan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit.










