TVRINews, Pangkalpinang
Memasuki puncak musim kemarau dengan suhu udara yang kian meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih ekstra dalam menjaga kesehatan, terutama dengan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi secara optimal. Cuaca panas yang terik sangat berpotensi memicu masalah kesehatan seperti dehidrasi ringan hingga heat stroke (sengatan panas) jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Manalu, mengingatkan warga agar membiasakan diri untuk minum air putih yang cukup setiap harinya. Ia menjelaskan, dalam kondisi aktivitas normal, tubuh manusia rata-rata membutuhkan asupan air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari. Namun, angka tersebut harus ditingkatkan jika seseorang melakukan aktivitas fisik yang lebih berat, seperti berolahraga atau bekerja di luar ruangan di bawah terik matahari.
Lebih lanjut, dr. Hisar juga membagikan cara sederhana untuk mendeteksi apakah tubuh sedang mengalami kekurangan cairan atau tidak. Salah satu indikator utamanya adalah dengan memperhatikan warna urine. Apabila urine berwarna kuning pekat atau gelap, hal tersebut menjadi tanda kuat bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi dan membutuhkan asupan cairan dengan segera.
Selain menjaga hidrasi tubuh, dr. Hisar juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat berkendara. Imbauan ini ditekankan bagi para pengendara kendaraan roda dua agar terhindar dari paparan debu jalanan yang semakin pekat selama musim kemarau, yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan selama musim kemarau berlangsung.
Terkait imbauan dan standar kebutuhan cairan tubuh harian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Manalu, memberikan penjelasannya.
"Kita menghimbau ya, menghimbau supaya masyarakat jangan lupa minum cukup, ya. Minum cukup supaya badan kita tidak kekurangan cairan. Kita tahu, kalau misalnya dalam keadaan yang kemarau panjang seperti ini, baik dari pagi sampai dengan sore ya, itu panas terus. Walaupun kita itu tidak beraktivitas, masih tetap akan ada penguapan cairan tubuh. Jadi, normalnya, kita ini minum 1,5 liter sampai 2 liter per hari untuk aktivitas yang normal. Tetapi kalau misalnya kita ada aktivitas lain yang tambahan ya, misalnya olahraga dan sebagainya, bisa lebih dari situ," jelas dr. Hisar Manalu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Jumat, 7 Agustus 2026.









