TVRINews, Bangka Belitung
Digitalisasi mulai diterapkan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Sungailiat kini mengikuti ujian semester tahun 2026 menggunakan ponsel pintar, tanpa lagi memakai kertas.
Siswa SMPN 6 Sungailiat mengerjakan soal ujian akhir semester melalui gawai masing-masing. Wakil Kesiswaan SMPN 6 Sungailiat, Ghulam Zaky, menyampaikan peralihan dari ujian berbasis kertas ke sistem digital membawa dampak positif, baik bagi efisiensi sekolah maupun proses belajar-mengajar.
Ia menjelaskan, penggunaan Google Form dinilai lebih praktis, hemat biaya, serta ramah lingkungan dibandingkan sistem ujian berbasis kertas. Melalui platform tersebut, proses pengerjaan soal menjadi lebih mudah bagi siswa, sementara guru tidak lagi melakukan koreksi lembar jawaban secara manual satu per satu. Sistem secara otomatis mencatat jawaban benar atau salah, menghitung nilai, serta mengirimkan hasil ke email guru.
Meskipun ujian dilakukan secara digital, sekolah tetap menekankan pentingnya kejujuran siswa. Pengawas disiagakan di setiap ruang ujian untuk memantau aktivitas peserta agar tidak terjadi kecurangan maupun saling mencontek.
"Untuk menggunakan gadget ini, yang pertama lebih efisien dalam penilaian dan pengerjaan, terus lebih hemat dana juga kita, ya. Kan ini ada fotokopi dan sebagainya. Nah itu, kami juga memikirkan kalau pakai fotokopi itu dari hasil atau kertas-kertas yang sudah digunakan, itu sayang untuk dibuang. Jadi kami mengambil inisiatif untuk menggunakan sistem online. Supaya lebih gampanglah. Baik gurunya gampang, baik siswanya juga lebih efisien buat mengerjakan soal. Google Form itu sudah tersedia baik jawaban benar atau salah, dan untuk poin-poin nilainya sudah tersedia di situ. Jadi lebih gampanglah, langsung muncul," ujar Ghulam Zaky selaku Waka Kesiswaan SMPN 6 Sungailiat, Jumat, 5 Juni 2026.
Selain pengawasan langsung di ruang ujian, sistem digital juga membantu guru dalam memantau proses pengerjaan siswa. Durasi pengerjaan, nilai yang diperoleh, hingga waktu pengiriman jawaban dapat dianalisis untuk mendeteksi kemungkinan ketidakwajaran selama ujian berlangsung.










