TVRINews, Pangkalpinang
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk menyediakan bibit mangrove gratis sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat dan komunitas dalam pelestarian ekosistem pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk, Eka Widyastutik, menyampaikan pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi mangrove di wilayah Bangka Belitung. Hasil pemetaan tahun 2025 menunjukkan luas mangrove eksisting mencapai sekitar 68 ribu hektare dengan kondisi tutupan lebat, sedang, dan jarang.
Menurut Eka, kondisi tersebut perlu dijaga sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pada area dengan tutupan sedang dan jarang, diperlukan rehabilitasi, pengayaan, serta penanaman kembali dengan melibatkan masyarakat.
"Jadi dalam upaya mendorong peran serta masyarakat, para pihak, komunitas, kami dari BPDAS itu menyediakan bantuan bibit mangrove secara gratis untuk pelestarian ekosistem mangrove di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi melalui BPDAS kita ada pemetaan mangrove untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tahun 2025 ini kita existing mangrove di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kurang lebih sekitar 68 ribu hektar sekian. Nah itu dalam kondisi tutupan lebat, sedang, dan jarang," ujar Eka Widyastutik selaku Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk, Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, terdapat sekitar 9.500 hektare lahan yang berpotensi menjadi habitat mangrove, seperti lahan terbuka, tanah timbul, hingga tambak yang tidak lagi dimanfaatkan.
Program penyediaan bibit gratis ini diharapkan mempercepat rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan.










