TVRINews, Bangka
Sembilan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Bangka telah selesai dibangun. Dari jumlah tersebut, delapan gerai berada di wilayah desa dan satu gerai di wilayah kelurahan.
Lokasi sembilan gerai tersebut tersebar di Kelurahan Jelitik, Desa Bakam, Desa Kace, Desa Kace Timur, Desa Penyamun, Desa Gunung Pelawan, Desa Nibung, Desa Mangka, dan Desa Petaling Banjar.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka, Baharuddin, menyampaikan masih terdapat 37 bangunan gerai di desa dan kelurahan yang sedang dalam proses pembangunan.
Di beberapa wilayah, progres pembangunan masih berjalan. Di antaranya Kelurahan Lubuk Kelik yang mencapai sekitar 30 persen, serta Bukit Betung dan Kenanga.
Baharuddin menjelaskan pembangunan gerai koperasi masih menghadapi kendala utama, terutama terkait ketersediaan lahan. Sejumlah lokasi belum memiliki aset yang jelas, termasuk sebagian aset milik BUMN di beberapa wilayah.
"Untuk Kabupaten Bangka, KDMP yang sudah terbangun sebanyak sembilan, ada on progress-nya dari enam ditambah menjadi tiga, satu kelurahan dan delapan desa yang sudah terbangun. Satu kelurahannya itu Kelurahan Jelitik ini. Masih kendalanya mereka tidak mempunyai aset, itu yang pertama. Yang kedua, kendala satunya itu adalah kendala di aset BUMN, yang seperti di daerah Belinyu dan salah satunya Desa Karya Makmur itu tidak mempunyai aset," ujar Baharuddin selaku Kabid Koperasi DPMPTSP Kab. Bangka, Jumat, 5 Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Bangka menargetkan persoalan lahan dapat diselesaikan pada Agustus 2026. Pemerintah desa dan kelurahan diharapkan ikut mendukung percepatan pembangunan gerai koperasi tersebut.
Kabupaten Bangka memiliki 81 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut melakukan pemantauan untuk memastikan status lahan dan perkembangan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.










